Showing posts with label manfaat tapak dara. Show all posts
Showing posts with label manfaat tapak dara. Show all posts

Tuesday, 10 November 2015

Daun tapak dara, obat herbal untuk diabetes

Selain obat-obatan medis, berbagai jenis tanaman obat herbal untuk diabetes bisa anda manfaatkan sebagai upaya untuk menormalkan kembali kadar gula berlebih dalam darah. salah satunya yaitu cathanranthus roseus L atau yang dikenal dengan tapak dara. Bagian tanaman yang bisa digunakan sebagai bahan ramuan herbal diabetes yaitu daunnya.

obat herbal untuk diabetes

Sebagai obat herbal untuk diabetes, Daun tapak dara dapat memberikan efek hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah). Kemampuan yang dimiliki daun tapak dara dalam menurunkan glukosa dalam darah dipengaruhi oleh sejumlah alkaloid yang terdapat didalamnya seperti: leurosin, lochnerin, katarantin, tetrahidroalstoni, vindolin, dan vindolinin. Senyawa alkaloid tersebut berperan dalam  membantu menurunkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan jumlah sel beta pancreas,memperbaiki sel-sel yang rusak,merangsang, dan merangsang peningkatan produksi dan sekresi insulin oleh sel beta pancreas, hormon insulin dapat meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel. ekstrak daun tapak darah juga bermanfaat untuk menghambat penyerapan glukosa dalam usus yang berasal dari bahan makanan yang masuk kedalam tubuh.

Mengolah daun tapak dara untuk obat herbal diabetes

Cara meramu obat herbal diabetes dengan memanfaatkan daun tapak dara caranya cukup mudah, silahkan anda siapkan sebanyak 12 lembar daun tapak darah yang masih segar, kemudian cuci sampai bersih. Langkah selanjutnya rebus daun tapak darah dengan 3 gelas air menggunakan api kecil. Setelah air menyusut kurang lebih 2 gelas, hentikan proses perebusan dan biarkan air rebusan beberapa saat. Saring air rebusan dari daun tapak dara kemudian bagi menjadi dua bagian. Cara penggunaannya yaitu dengan mengkonsumsi air rebusan dari daun tapak dara tiap pagi dan sore masing-masing satu gelas.

Selain manfaatnya sebagai obat herbal untuk diabetes, ramuan obat herba dari tapak dara juga  bisa digunakan untuk mengobati penyakit tumor,mengembalikan stamina tubuh, melancarkan haid, menurunkan tekanan darah, obat luka bakar, bisul, meluruhkan batu ginjal,mengatasi anemia, tangan gemetar, meringankan sesak napas pada penderita asma, dan sebagai obat alternatif untuk mengatasi leukemia, kanker payudara dan beberapa jenis kanker lainnya.

Manfaat Tapak dara, Tanaman hias nan menawan

Melihat kecantikan bunganya, tentunya anda tidak akan menyangka bila tapak dara ternyata tidak hanya berperan sebagai tanaman hias. Tapi lebih dari pada itu, tanaman yang berasal dari amerika tengah ini menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

manfaat tapak dara

Tanaman yang dikenal juga dengan nama rumput jalang (sumatera), atau kembang sari cina (jawa) ini diketahui mengandung zat dan senyawa penting yang dapat memberikan beberapa efek farmakologis yang bermanfaat bagi tubuh seperti antikanker, diuretik (peluruh kencing), penyejuk , penenang (sedatif), hipotensif (penurun tekanan darah), penghenti pendarahan (hemostatis), antitoksin, peluruh haid, dan pereda demam.

Kandungan kimia tapak darah

bunga tapak dara merah

Dalam tanaman tapak darah, mulai dari akar hingga daun, terkandung banyak sekali senyawa penting yang bermanfaat. Senyawa aktif yang paling banyak adalah alkaloid yaitu lebih dari 70 macam alkaloid terdapat pada tanaman tapak dara, diantaranya: leuroctistine, vincaleukoblastin, lochnerin, tetrahidroalstonin, leurosin, leurosidin, vindolin, vindolinin, vinkadiolin, dan katarantin. Pada bagian akar tapak dara, terkandung jua saponin, flavonoid dan tanin.

Manfaat tapak darah sebagai ramuan obat

akar tapak dara
Berbagai manfaat tapak dara sebagai obat herbal yang berguna untuk mengatasi penyakit ringan hingga yang tergolong berat. Bagian tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai bahan ramuan obat adalah akar baik segar atau kering. Beberapa jenis penyakit yang bisa obati dengan memanfaatkan ramuan obat dari tapak dara diantaranya: tekanan darah tinggi, kencing manis, susah buang air kecil, hepatitis, malaria, pendarahan sebagai akibat turunnya jumlah trombosit darah ( biasaya terjadi pada penderita demam berdarah), haid tidak lancar, diabetes, kanker, leukemia, dan susah buang air besar.

Efek samping yang ditimbulkan.

Pemanfaatan herba tapak dara sebagai obat bukan tanpa efek samping. Sebagian dari alkaloid yang terkandung dalam tapak dara seperti: vincamine, akuammine, leurosine, vinleurosin, vintosidin, norharman, dan lainnya bersifat racun dan bisa menimbulkan beberapa efek samping seperti demam, muntah-muntah, tubuh lemas, terkadang bisa menyebabkan hilangnya refleks tendon, memicu halusinasi, koma bahkan kematian. ( sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Tapak_dara).

Untuk mencegah timbulnya efek samping tersebut, batasi dosis penggunaan ramuan obat dari tapak darah dan penggunaannya jangan dilakukan secara terus menerus.